Wednesday, June 13, 2012

CATHUSPATHA, Sequel Dari Band Super Keren Vickvette!

Apabila kalian merupakan fans setia atau terdaftar secara resmi sebagai groupies dari band space rock ajib bernama Vickyvette ataupun solois rupawan bernama Rayhan Sudrajat #AIIIIHHHHH. Pasti kalian akan suka dengan CATHUSPATHA! Dan pasti kalian juga akan suka Radio Hey Ho! Karena sudah memposting band keren ini #ngarep #GueGamparLoe. Wokeh terus apa hubungannya antara Rayhan Sudrajat, Vickyvette, dan Cathuspatha. Oke jadi setelah dikabarkan dan didesasdesuskan oleh gosip dari mulut ke mulut kalau si Vickyvette itu bubar, jadi memang si Vickyvette itu bandnya udah dinonaktifkan dan diganti namanya menjadi CATHUSPATHA! Itu sih yang saya tahu berdasarkan status selebritisnya Rayhan Sudrajat #AIIIIHHHHH[2].
Kalo secara musikalitas sendiri sotoynya sih gout bilang sangat berbeda dan sangat segar preng! Kalau asalnya kita tahu pastinya kalo si Vickyvette itu band yang sangat pekat alunan space rocknya dan mungkin kalau lau denger Cathuspatha akan tercenga-cenga bego ala Homer Simpson karena musik yang dimaenin sama Cathuspatha 180 derajat berbeda sama Vickyvette dan kalo didenger sih musik yang dibawain sama si Cathuspatha ini jauh lebih memiliki energi energi seperti At The Drive In, Sparta, ataupun Slint versi liar dan juga mungkin akan membuat gejolak nafsu birahi lau naik turun ditambah dengan efek bibir kekerdutan gak jelas. Gak percaya? Yowis denger aje video rehersal gokil doi di bawah. Dan kalau kalian merupakan anak yang suka membaca dan tidak takabur #Woelah #LebayKayakJembay, maka bisa juga baca notes yang ditulis oleh sang vokalis yang rupawan dan baik hati, Rayhan Sudrajat. Enjoy!

Sudah lama tidak saling menyapa, halo ! Sebelumnya kami ingin meminta maaf atas tertundanya janji kita pada tahun ini yaitu album dikarenakan alasan klise mahasiswa tingkat akhir yang terlalu memprioritaskan perihal akademik. Seiring dengan waktu, beban dalam hal akademik ini mulai berkurang dan kami sudah mulai kembali untuk melaksanakan kewajiban yang sebelumnya sudah tertata di time schedule kami untuk menyelesaikan proses pembuatan album. Ok, sebelum berbicara mengenai album, ada satu hal yang ingin kita beritahukan mengenai perubahan nama pada band ini. 
Kita sudah menjadi sebuah band dengan nama Vickyvette sejak tahun 2006 dan disaat semakin berkembangnya umur dan musik kami, nama Vickyvette mulai tidak sesuai dengan keadaan kami sekarang. Awal penggunaan nama tersebut karena kami tertarik dengan makna konotasi 'liar' yang terkandung didalamnya. Namun makna konotasi liar dari kata Vickyvette tersebut melebur dengan makna-makna baru yang muncul di konsep album yang sedang kita kerjakan ini. Intinya, kita tidak akan hanya tampil dengan konsep ‘liar’ tersebut saja di album yang nantinya akan menjadi identitas baru untuk band kami.
Selain dari segi konsep, band ini sekarang bekerja (kembali) dengan empat individu yang memiliki karakter dan empat otak yang merasa tidak cukup dengan hal tersebut. Kami seperti perempatan jalan yang bertemu di satu titik yang terus meluas dan meluap seakan membuat pendengar kami dapat merasa orgasme selayaknya seekor rubah yang melahap tiga babi bodoh dan terus mencari mangsa lainnya untuk dilahap. Terasa adiktif, Cathuspatha adalah kami, bahasa serapan dari sanksekerta yang bermakna perempatan jalan. Bersama empat individu, yaitu Rayhan, Praja, Merwin dan Adit, kami merepresentasikan diri kami seolah-olah sedang berada di perempatan jalan untuk bertemu di suatu titik tidak berujung yang menjadi tempat pertemuan karakter natural masing-masing untuk dilebur dalam meracuni musik kami, dimana proses kreatif yang berlangsung secara terus-menerus akan menjadi makanan sehari-hari kami. Sekian salam jumpa yang singkat ini, terima kasih.

As known as Vickyvette since mid 2006, like a lightning bolt that storms the earth, the Bandung based on Indierock Experimental, quartet Cathuspatha fit an awful lot of spirit fuzz & distortion into this all-too-brief tracklive performance of "X".
As a self-explanatorily their previous name group called Vickyvette clomped away behind them, Cathuspatha's four members — Rayhan, Praja, Adith, and Merwyn — brought and strummed angrily into each their battleground. If the studio above once seemed destined to devolve into a stinky, groomed, and into the abyss, at least they have something to announce of, a choir of teenagers on hand to escort into the afterlife.
Their songs deserved to be only played at high volumes, so that the sound swallows-roaming your eardrum and your mind. Thus the situations are unpredictable, that's Cathuspatha.

Tracklive recording at Ruang Putih Studio Bandung, Indonesia.
Camera : Mario Panji, Carten Nulagraha, and Swijaya Fajar.
Edited by : Mario Panji
Audio Engineer : Rayhan Sudrajat
Special thanks : Vickyvette


Cathuspatha are :


Muhammad Rayhan Sudrajat
Raden Prajadhipa Akbar Wiriadinata
Mohammad Shadian Merwyn
Adithya Dwi Prawira


For Booking & management, Contact : Kendru +6285720058538
Press Contact : cathuspatha@gmail.com
www.twitter.com/cathuspatha


you can also dig us on 
Vimeo : http://vimeo.com/43755057
Youtube : http://www.youtube.com/watch?v=5vYS5VWykFE





No comments: