Tuesday, December 6, 2016

Powerbomb To Your Scene December 2016



Wokeh bisa dibilang ini adalah edisi Powerbomb To Your Scene ni taun yang dimana ditutup juga dengan numpuknya rilisan lokal pop pang/indie yang yahud dengan kantong yang juga ngedongak minta diisi #adaaaa. Jadi edisi PTYS (singkatan Powerbomb To Your Scene #kekOrbaDoyanNyingkatBang) ini menampilkan track2 ada di album dari musisi yang dianggap kurator kesayangan kita yang jadi 2016 stuff banget. Mareh kita simak langsung ajah.

01. Coldiac - "Heartbreaker"
Band asal Malang ini berhasil mencuri perhatian saya dengan single mereka yang berjudul "Heartbreaker". Musik mereka tidak serumit rumus matematika, tapi setiap bagian yang mereka mainkan seakan memiliki nyawanya sendiri. Salah satu band muda yang punya potensi untuk mencapai status superstar di Indonesia.(BW)

02. Carly Rae Jepsen - "Higher"
Saya selalu mengagumi karya-karya dari Carly Rae Jepsen. Menurut saya, Carly Rae memiliki aura seorang bintang pop era 80-90an. Lagu "Higher" ini adalah epitome dari pop 80an yang sempurna dengan hook yang mampu membuat kalian melayang.(BW)

03. Microwave - "Vomit"
Nominasi awal untuk lagu terbaik selama 2016 versi saya. Lagu "Vomit" adalah contoh bagaimana sebuah lagu dapat dibangun di atas mood tertentu dengan build up megah untuk menghasilkan sesuatu yang spektakuler. Lagu ini juga dirilis bersamaan dengan paket video yang mengesankan pula. Jika kalian punya waktu, tontonlah.(BW)

04. The 1975 - "Somebody Else"
Holy shit! gumam saya ketika untuk pertama kalinya saya mendengarkan chorus dari lagu ini. Ketika Matt Healy mulai menarik nafasnya demi menyanyikan kata pertama, pikiran saya langsung terbang menuju simulasi pertunjukan live dari The 1975 dan seketika itu juga saya langsung merasa merinding.(BW)

05. Modern Baseball - "Just Another Face"
Salah satu lagu paling penting di tahun 2016 dan penutup terbaik di diskografi Modern Baseball. Yang membuat "Just Another Face" begitu berharga adalah bagaimana lagu ini mengakhiri perjalanan Brendan Lukens dari lirik "My Holy Ghost is hovering over me" untuk
terlahir kembali dengan sebuah teriakan "I'm not just another face". Melalui lagu ini, Brendan Lukens baru saja menobatkan dirinya sebagai seorang legenda.(BW)

6. Colour Me Wednesday - "Two-Fifty For You Girls"
The Dovetown Sister memang terdengar jaaauuuhhhh lebih keren di 2 rilisannya. Ini track yang asli terdengar kalau indiepunk di UK itu emang punya warna tersenderi. Saya gak memulai perseteruan wave US am UK lho ya.(DR)

07.Martha - "Ice Cream and Sunscream"
Gak berlebihan kalo NME menempatkan album 'Blisters In The Pit of My Heart' jadi salah satu rilisan tahunan pilihan mereka. Secara musikalitas, memang Martha terdengar flawless telak. Tapi kok kga maen di The Fest yak band2 UK yang keren neh suwek!(DR)

08.Saturday Night Karaoke - "Never Learn"
Kenapa saya pilih ini?? Karena pertama kali dalam hidup saya band yang saya perjuangkan di label saya masuk artikel di Rolling Stone dan naek cetak pula #PencapaianHidup. Track ini terbaik lah aslik!(DR)

09.Erica Freas - "Moon"
Kaget sih tau pas album solonya mbak Erica dirilis sama Don Giovanni kmaren. Album Patient Ones memang nunjukin kalo song writing front women RVIVR yang satu ini emang keren banget dan juga teknik strumming gitarnya klo saya blh komentar di album ini jauh lebih diverse dibanding album pertama.(DR)

10.Jeff Rossenstock - "Blast Damage Days"
Jeff Rossenstock mungkin menurut proyeksi secara personal spiritual saya akan menjadi the next Dave Grohl talent if you know what I mean 😛 Jeff nampaknya emang gak ngasih kendor di album ini coy! World does need JR #JeffRossenstockForDKI1.(DR)

11. Dollar Signs - "Hi, Anxiety"
Boleh dibilang Dollar Signs telah reinventing legacy-nya Bomb The Music Industry!. Bahkan kolektif witty as fuck ini pun mendapat restu penuh Jeff Rosenstock dan John DeDomenici. Single Hi, Anxiety ini adalah contoh mutlaknya.(WTN)

12. Honey Bucket - "Downtown"
Di tengah riuh rendah emo dan indie rock serta folk revivalist, Honey Bucket justru tertarik mengeksplor jalur lo-fi indie pop dan punk yang vintage. Silakan mengutuki pengaruh Television Personalities ataupun leluhur twee pop US Beat Happening di band ini.(WTN)

13. Spokenest - "Whisper"
Punk rock couple Spokenest memainkan musik yang pengen saya dengarkan akhir-akhir ini. Mentah, pemarah dan tidak peduli. Mereka mendistribusikan debut albumnya lewat Drunkensailor records, seakan kalian harus percaya band atau pasangan ini memang keren.(WTN)

14. Great Cynics - "North Street"
Memang sangat disayangkan Iona Cairns harus cabut dari Great Cynics karena perannya sudah sangat ngeblend di band ini. Setelah ngobrol dengan Rizkan, mungkin ada sisi positifnya karena ini berarti saatnya Iona fokus di Shit Presents. Namun sulit rasanya untuk move on, di track North Street ini saya pertama kali menyadarinya.(WTN)

15. The Smith Street Band - "Death To The Lads"
The Smith Street Band bisa disebut band Australia paling sibuk sepanjang 2016, tur yang ekstensif dan mengerjakan album keempat. Death To The Lads adalah bocoran kerja keras mereka. Saya suka video music single ini; ketika para ibu tahu betapa beratnya growing up dan perjuangan touring band.(WTN)

No comments: